SELAMAT DATANG

Blog ini berisi aktivitas yang berkaitan dengan sejarah, MGMP Sejarah SMA Kabupaten Karawang, kritik,saran dan komentar konstruktif sangat diharapkan

Selasa, 03 Agustus 2010

Download Modul kelas XI Sejarah masuknya Hindu-Budha



Untuk Download Modul Klik Pada Judul diatas Download Modul Sejarah masuknya Hindu-Budha
PERKEMBANGAN NEGARA-NEGARA TRADISIONAL DI INDONESIA
KODE : MPSEJ02-IPS/MODUL 1
MODUL SEJARAH
I. PENDALULUAN
A. Pengantar
Perkembangan kurikulum pembelajaran di Indonesia, beberapa kali mengalami perubahan. Sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, setiap sekolah mengembangkan KTSP berdasarkan Kompetensi Kelulusan dan berpedoman kepada model KTSP semata-mata untuk mencapai kesempurnaan dan meningkatkan mutu pendidikan nasional, sehingga diharapkan terwujud bangsa sebagai generasi yang maju cerdas dan mandiri yang mampu bersaing dalam suasana era globalisasi.
Sebagai pelaku pendidik sangat berperan penting dalam hal ini, maka untuk berusaha siap dan mampu menyesuaikan diri untuk bisa mengikuti perkembangan segala macam perubahan yang ada di dunia pendidikan. Tuntutan untuk lebih kreatif dan inovatif baik dari guru sebagai pendidik maupun siswa sebagai peserta didik. Salah satu wujud perubahan itu menampilkan sebuah modul yang dijadikan sebagai bahan ajar.
Modul ini disajikan agar membantu siswa dalam memahami dan menguasai materi Kondisi Perkembangan negara-negara tradisonal.

B. Standar Kompetensi
1. Menganalisis perjalanan bangsa Indonesia dari negara tradisional, kolonial, pergerakan kebangsaan , hionggga terbentuknya negara kembangan Negara-negara kebangsaan sampai Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

C. Kompetensi Dasar
1.1. Menganalisis perkembangan Negara-negara Tradisional (Hindu-Buddha dan Islam) di Indonesia

D. Petunjuk Penggunaan Modul
1. Bacalah peta konsep
2. Bacalah isi materi modul ini secara seksama
3. Kerjakan tugas dan latihan soal-soal

II. PEMBELAJARAN
A. Kegiatan Belajar
1. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari modul ini siswa diharapkan
a. Memahami berbagai hipotesis tentang masuk dan berkembangnya tradisi dan ajaran Hindu Budha di Indonesia
b. Menganganalisis munculnya negara-negara kerajaan Hindu Buddha di Indonesia.
c. Menganalisis pertumbuhan dan perkembangan Kerjaaan Galuh dan Kerajaan Pajajaran
d. Menjelaskan faktor-faktor runtuhnya kerajaaan yang bercorak Hindu Buddha


2. Hipotesis masuk dan berkembangnya kebudayaan Hindu Buddha ke Indonesia.
1) Hipotesis Waisya
Hipotesis Waisya dikemukakan oleh NJ Krom dibawa oleh para pedagang yang datang untuk menetap dan menikah dengan orang Indonesia
2) Hipotesis Ksatria :
a. CC. Berg menyatakan bahwa golongan yang turut menyebarkan kebudayaan Hindu Buddha ialah para petualang yang sebagian besar dari golongan Ksatria. Para Ksatria tersebut ada yang terlibat langsung konflik perebutan kekuasaan di Indonesia.
b. Mookerji menyatakan bahwa para Ksatria ini membangun koloni-koloni yang kemudian berkembang menjadi sebuah krajaan.
c. JL Moens tentang masuknya agama Hindu menyatakan bahwa masuknya agama Hindu ke Indonesia dibawa oleh para prajurit disebabkan karena adanya kekacauan politik dan peperangan di India abad ke-4 dan 5 Masehi.Teori penaklukan oleh FDK Bosch.
3) Hipotesis Brahmana
Hipotesis Brahamana dikemukakan oleh JC. Van Leur tentang masuknya pengaruh Hindu Budha di Indonesia dibawa oleh kaum Brahmana yang mendapat undangan kepala suku yang tertarik dengan agama Hindu.
4) Hipotesa Arus Balik
Hipotesis Arus Balik merupakan kritik terhadap ketiga teori kolonisasi tersebut ( Waisya, Ksatria, Brahmana) tentang masuknya agama dan kebudayaan Hindu dilakukan oleh bangsa Indonesia yang belajar ke India dan kembali ke Indonesia mengajarkan agama Hindu.
• Dua proses penyuburan
a. Dilakukan oleh para pendeta melalui jalur dagang dengan pembentukan sangga-sangga : ikatan langsung dengan para bhiksu
b. dilakukan oleh para Brahmana aliran Siwa Sidhanta

A. Perkembangan Tradisi Hindu Budha dengan perubahan Struktur Sosial masyarakat, Pendidikan, Kesenian dan Teknologi pada masa kerajaan-kerajaan bercorak Hindu Budha.
1. Struktur Sosial masyarakat
a. Masa Kerajaan-kerajaan Hindu
Pada masa kerajaan-kerajaan Hindu di Indonesia struktur sosial disebut sistem kasta yaitu penggolongan masyarakat kedalam empat golongan berdasarkan kedudukannya, status ekonomi, pekerjaanya. Empat kasta tersebut disebut Caturwarna, yaitu :
1) Kasta Brahmana, merupakan kasta tertinggi dalam struktur sosial masyarakat Hindu. Pada jaman weda kasta brahmana sebagai pemegang kekuasaan agama dan Kasta ini tepemegang kekuasaan kenegaraan. Kasta brahmana terdiri dari para pendeta yang bertugas memimpin upacara keagamaan, memberi nasehat kepada raja, bangsawan, pedagang, dan masyarakat.
2) Kasta Ksatria, kasta yang bertugas menjaga keamanan negara dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kasta ini terdiri dari kasta prajurit, dan para raja. Raja dianggap sebagai keturunan dewa dan atas perintah dewa raja berkuasa di wilyahnya.
3) Kasta Waisya, kasta ini merupakan golongan pedagang dan petani
4) Kasta Sudra, kasta yang berkedudukan paling rendah, tidak memiliki harta dan kekayaan hanya memilki tenaga.
Selain empat kasta tersebut di atas, ada kasta yang tidak diterima oleh masyarakat karena tidak mampu menyesuaikan diri dengan adat istiadat yang ada di dalam masyarakat, kasta ini disebut paria.
Penggolongan ini diperkirakan berlangsung sejak zaman Weda (1500-500 SM). Umumnya golongan ini sisebut caturwarna atau casta dalam bahasa Portugis.
b. Masa Kerajaan-kerajaan Budha
Pada masyarakat yang beragama Budha penggolongan masyarakat terbagi :
1) Kelompok bhiksu dan biksuni, golongan yang mampu meninggalkan nafsu duniawi, mereka tinggal di vihara, setiap anggota berhak menjadi anggota masyarakat ini.
2) Kelompok masyarakat umum, yaitu kelompok yang masih dikuasai oleh keduniawian
2. Pendidikan
a. Masa Hindu
Pada masa kerajaan Hindu didirikan pasraman sebagai tempat pendidikan yang memunculkan tokoh-tokoh seperti Mpu Sedah, Mpu Prapanca, Mpu Panuluh, Mpu Kanwa, Mpu Darmaja, Mpu Tantular, Mpu Prapanca
b. Masa Budha,
Pada masa kerajaan Budha : Sriwijaya sebagai pusat agama Buhda di Asia Tenggara, terdapat guru besar agama Budha seperti : Darmakirti, Sakyakirti, Darmapala. Pendidikan pada zaman ini berlangsung di pura, wihara, kuil dan lain lain.
3. Kesenian
Salah satu unsur kebudayaan dari India yang masuk ke Indonesia adalah seni rupa dan seni lukis. Hal ini dibuktikan dengan adanya penemuan patung Budha langgam Amarawati di Sempaga, Sulawesi Selatan. Selain itu di candi Borobudur adanya relief cerita Sang Budha yang bercirikan seni brupa di India meskipun sudah bercampur dengan kebudayaan Indonesia. Di Candi Prambanan pun ditemukan relief cerita Ramayana dari India.
4. Teknologi
Perkembangan teknologi pada masa Hindu Budha memberikan pengaruh yang sangat kuat, sumbangan yang terbesar adalah teknologi pembuatan bangunan. Hal ini terbukti dengan adanya peningggalan candi. Kata candi berasal dari candhika salah satu nama dari dewi Durga (dewi Maut) dan Cinandi berarti makam. Pada masa Hindu candi berfungsi sebagai makam orang terkemuka atau makam raja, sedangkan dalam agama Budha candi merupakan sebuah tempat pemujaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.





Candi Jawi Candi Jawi, ide pembuatannya dioekirakan pada masa Syailendra
Candi Sewu, yang memperlihatkan bentuk salib yang baru pada candi induk dengan deretan perwara yang mengelilinginya. Ide pembuatanya pada masa Syailendra yang memerintah di Jawa tengah bagian selatan.


Candi Sewu





III. Rangkuman
Usaha kerja keras dan pantang menyerah, akan membuahkan keberhasilan seperti yang Anda alami untuk memahami modul ke- 1 ini, untuk itu selamat atas usaha dan keberhasilan Anda!
Pemahaman Anda terhadap modul ini, mudah-mudahan dapat menambah wawasan pengetahuan Anda, sehingga sedikit atau banyak dapat memberikan manfaat dalam kehidupan Anda!
Beberapa hal penting yang perlu Anda ingat dari modul ini adalah:
1. Proses masuk dan berkembangnya agama serta budaya Hindu-Budha ke Indonesia meliputi bagaimana proses masuknya agama Hindu-Budha ke Indonesia dan dampaknya menimbulkan akulturasi dengan kebudayaan Indonesia.
Adanya pemahaman terhadap materi tersebut, selain menambah wawasan pengetahuan, juga Anda harus menyadari bahwa budaya dari luar yang masuk ke Indonesia tidak mungkin diterima begitu saja, tetapi hendaknya disesuaikan dengan kepribadian bangsa Indonesia.
2. Kerajaan-kerajaan yang bercorak Hindu-Budha di Indonesia meliputi kerajaan Kutai, Tarumanegara, Sriwijaya, Mataram, Kediri, Singosari dan Majapahit. Sehingga Anda dapat mengetahui dan memahami bagaimana kehidupan awal sejarah bangsa Indonesia, serta berbagai peninggalan budayanya yang tentunya akan menambah rasa kebanggaan dan penghargaan yang besar terhadap bangsa Indonesia tersebut.
Demikianlah hal-hal penting yang perlu Anda ingat, selanjutnya untuk menguji sejauh mana usaha dan keberhasilan yang Anda raih terhadap modul ini, kerjakanlah soal yang telah disediakan.

IV. Latihan Soal
Kerjakanlah soal test tersebut, dengan baik dan penuh ketelitian agar Anda berhasil dengan sukses.
Setelah selesai mengerjakan soal test tersebut, tanyakanlah hasil perolehan test Anda, jika perolehan nilai Anda mencapai 80% atau lebih, berarti Anda sudah memahami modul enam ini dengan baik, tetapi jika perolehan nilai Anda kurang dari 80%, Anda jangan kecewa dan berusahalah terus untuk tidak menyerah sampai Anda berhasil dengan sukses. Selamat berusaha dan sukses selalu.
Demikianlah uraian materi tentang proses masuknya agama Hindu dan Budha ke Indonesia, untuk mengukur tingkat pemahaman Anda silahkan Anda kerjakan latihan soal berikut ini!
1. Sebutkan tempat penemuan arca Budha dan langgam/coraknya yang menjadi bukti masuknya agama Budha ke Indonesia abad 2 M!

2. Berikan Penjelasan teori / hipotesis masuknya agama Hindu ke Indonesia!

Jika Anda selesai menjawab latihan soal tersebut di atas, maka cocokkan jawaban Anda dengan kunci jawabannya berikut ini:
1) 1.Sempaga/Sulawesi Selatan. Langgam Amarawati/India Selatan
2. Jember/Jawa Timur. Langgam Amarawati/India Selatan
3. Bukit Siguntang/Sumsel. Langgam Amarawati/India Selatan
4. Kota Bangun/Kaltim. Langgam Gandhara/India Utara

2) a. Teori waisya, Dr.N.J.Krom, agama Hindu dan Budha dibawa oleh pedagang. Kelemahannya: Kaum pedagang tidak menguasai bahasa Sansekerta atau kitab Weda.
b. Teori Ksatria, Prof.Dr.Ir.J.L.Moens, agama Hindu dan Budha oleh Kaum Ksatria, karena kekacauan politik di India.
Kelemahannya: Kaum Ksatria tidak menguasai bahasa Sansekerta.
c. Teori Brahmana, J.C.Van Leur, agama Hindu dibawa oleh kaum Brahmana yang diundang oleh penguasa/kepala suku Indonesia.
Kelemahannya: Kaum Brahmana tidak boleh menyebrangi laut menurut penganut Hindu yang kolot.
Bagaimana dengan jawaban Anda? Apakah sudah sesuai? Jika sudah sesuai berarti setapak Anda lebih maju dalam memahami materi tersebut, dan lanjutkanlah menyimak materi berikutnya.


V. Umpan Balik dan Tindak Lanjut
Setelah menjawab soal evaluasi di atas untuk menilai keberhasilan belajar Anda , cocokan jawaban Anda dangan kunci jawaban. Kemudian dengan ketentuan sebagai berikut :
a. Soal PG : Nomor 1 sd 20 , bobot nilai 20 x 4 = 80
b. Soal Essay : Nomor 41 s.d 45 , bobot nilai 5 x 4 = 20
Tingkat penguasaan yang Anda capai
90- 100 Baik Sekali
80- 89 Baik
70 - 79 Cukup
≤ 69 Kurang
Jika Anda mencapai tingkat penguasaan 70 ke atas , berarti belajar Anda telah tuntas. Anda boleh meneruskan modul berikutnya. Akan tetapi jika tingkat penguasaan Anda ≤ 69 Anda perlu remidial, terutama bagian-bagian materi yang belum dikuasai

VII. Daftar Pustaka
1. Badrika,I Wayan, Sejarah Nasional Indonesia dan Umum SMU Kelas 2 IPS, Erlangga, Jakarta, 2003.

2. Soekmono, R., Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia, Jilid 1, 2, dan 3, Yayasan Kanisius, 1984

3. Taupun, Muhammad: Muhammad Arif : Padji Mangunsudarmo, Sejarah Bilingual, Cetakan I. Bandung, Yrama, 2008.

4. Tarusena M, Sejarah 2 : SMA/MA Untuk Kelas XI, Semester 1 dan 2 Program Ilmu Pengetahuan Sosial. Jakarta : Pusat Perbukuan Depdiknas , 2009

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Tinggalkan komentar Anda disini !!!